Karya Inovasi Dan Kwalitas Diri
Belajar Menulis Gelombang 9
April 15 ,2020
Pertemuan 8 : Rabu, 15
April 2020
Waktu : Pukul 19.00 – 21.00 WIB
Pemateri : Tri Agus Cahyono, M.Pd
Juara I Inobel SD Bidang MIPA Tahun 2016
Website http://3agos.blogspot.com/
Topik :
“Karya Inovasi Dan Kwalitas Diri”
Peresume :Pajarwati,M.Pd. SMPN 16 Tangerang Kota
Sekilas Bio Data Pemateri
Pemateri telah
mendapatkan berbagai penghargaan sebagai berikut:
1. Guru Berdedikasi Daerah Khusus TK. Nasional Tahun 2016;
2. Juara I Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran TK. Nasional Tahun
2016 kategori MIPA;
3. Penghargaan Short Course ke Jepang Tahun 2017;
4. Finalis Olimpiade Guru Nasional (OGN) TK. Nasional Guru Kelas SD
Tahun 2018.
5. Finalis Guru Berdedikasi TK Nasional SD 2019
Pemaparan materi dari narasumber dimulai dengan materi yang sesuai Tema yang di ambil "Karya Inovasi
& Kualitas Diri"
Pada hakikatnya sebuah karya inovasi adalah puncak dari proses
belajar seseorang.
Dalam menulis seauai dengan Taksonomi Bloom yang telah direvisi
oleh Krathwool ada enam tahapan berpikir kognitif yaitu:
1. Mengingat (C1)
2. Memahami (C2)
3. Menerapkan (C3)
4. Menganalis (C4)
5. Mengevaluasi (C5)
6. Menciptakan (C6)
Dalam taksonomi tersebut Karya inovasi adalah sebuah tahapan
puncak dari proses berfikir.
Jadi ketika kita menginginkan sebuah karya inovasi yang baik,
maka kita tidak boleh melewati tahapan2 tersebut.
Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, jangan sampai kita
berinovasi tetapi:
1. Tidak tahu ilmunya
2. Tidak paham maksudnya
3. Tidak pernah menggunakan
4. Tidak bisa menganalisis bagian-bagiannya
5. Tidak bisa menilai kelebihan dan kekurangannya
Jadi intinya jika ingin menciptakan karya inovasi maka harus belajar menguasai materi keilmuan dari
karya tersebut.
Ketika final lomba Karya Inobel yang dinilai bukan sekedar
bagaimana karya tersebut atau karya tulisnya tetapi yang paling penting dan
lebih utama adalah bagaimana penciptanya/inovatornya yang akan ditelisik oleh
dewan juri melalui presentasi dan tanya-jawab. Nah bagaimana cara kita belajar
untuk meningkatkan kualitas diri dan sekaligus menciptakan sebuah karya inovasi
adalah dengan bekerja. Belajar kita
lakukan pada saat mengajar, dan cara belajar paling baik adalah dengan mengajar.
Lalu apa yg membuat kita tertarik
melakukan inovasi pembelajaran di kelas ?
Pertama : Ketika kita ber C1 sd C5 ada sebuah kepuasan,
Setelah kita belajar, mengingat, memahaminya, menerapkannya,
menganalisisnya, kita pasti
mengevaluasinya (kekurangan dan kelebihan), maka disitulah rasa
ketidakpuasan akan muncul. Dan
daya cipta kita sebagai manusia ( kreativitas) akan muncul. Nah
sekarang bagaimana kita memilih
bidang yang akan kita buat inovasinya.
Kedua: Bagaimana kita
memilih bidang yang akan kita buat inovasinya.
Kuncinya
"APIK" (saya kutip dari Pak Arif Edi), yaitua;
1.
Asli (jangan menjiplak)
2. Perlu (benar-benar dibutuhkan)
3. Inovatif
4. Konsisten
Sebagai contoh karya inovasi penulis yang mendapatkan
penghargaan inobel 2016 dengan nama media "Planetarium Bekam".
Media ini adalah hasil dari ketidak puasan terhadap media
konvensional yang selama ini di gunakan yaitu globe. Bertahun-tahun drngan menggunakan globe hasilnya selalu biasa-biasa
saja, peserta didik tidak tertarik atau kurang termotivasi sehingga prestasi
belajar kurang memuaskan. Prestasi kurang lebih disebabkan kurangnya motivasi
belajar. Motivasi rendah lebih disebabkan materi bukan
pada zona motivasi (jangkauan peserta didik). Zona motivasi anak itu adalah
sesuatu yang menantang namun bisa dikerjakan.
Jadi jika materi terlalu sulit dan terlalu mudah maka dipastikan
anak kurang termotivasi.
Ketika menggunakan globe dalam pembelajaran IPA untuk
menerangkan materi pergerakan Bumi & Bulan, anak dipaksa berfikir sangat
abstrak. Jadi penasaran dengan media "Planetarium Bekam"., Fungsi
media ini adalah mempermudah observasi. Ketika peserta didik memperbandingkan
globe yang diperagakan dengan lampu senter dan mengakomodasikan dengan kejadian
sebenarnya antara Bumi, matahari, dan bulan sangat sulit. Disinilah
ketidakpuasan terhadap globe muncul.
Kita analisis kelebihan dan kekurangan globe dalam menjelaskan
materi tersebut:
Kelebihan:
1. Model yg paling sesuai
2. Ada di sekolah
3. Mudah digunakan
4. ...dll
Kekurangan:
1. Tidak bisa menampilkan bagaimana kenampakan langit dari bumi
saat diperagakan.
2. Meskipun peserta didik
kelas 6 sudah mampu berfikir abstrak namun kemampuan tersebut masih
terbatas
3. Khusus pada gerak semu atau bukan gerak sebenarnya anak
sangat kesulitan untuk menerima
konsep tersebut.
-
Semisal Gerak semu harian
matahari. Kita menyampaikan ke peserta didik bahwa gerak semu harian matahari.
Matahari tidak bergerak tetapi yang bergerak adalah bumi.
Kelemahan globe tadi adalah tidak bisa menampilkan bagaimana
gerak semu matahari, Sehingga
menjadi sulit bagi peserta didik, Maka peserta didik akan lemah
motivasinya untuk terus belajar
Itu kendala yang harus diselesaikan. Dari situlah ide itu
didapat untuk menyelesaikan masalah tersebut
Untuk mengatasi kendalanya, hampir setiap kegiatan saya rekam
foto dan video.ketika kita merekam
video dengan kamera action cam misalnyakita menggunakannya dalam
kondisi bergerak, sedangkan
obyek yang kita shot tidak bergerak. maka ketika kita memutar
video hasilnya benda yang kita shot
kelihatan bergerak padahal aslinya tidak bergerak dan kamera
merupakan alat optik yang menyerupai
kinerja mata ehingga saya mempunyai ide memasang kamera pada
globe sebagai pengganti mata kita.
Sebagai contoh itu ketika naik wahana cangkir (komedi putar) di Dufan. Perhatikan
teko dalam video
tersebut , Teko kondisi sebenarnya tidak bergerak Tetapi dalam
video bergerak Keren banget pasti
pesertanya seneng dan
motivasi akan muncul dengan sendirinya. Itulah yang bisa dimanfaatkan untuk
menjelaskan gerak semu.
Teko sebagai matahari sedangkan kamera adalah mata yang ada di
bumi.
Nah coba tonton video tersebut sambil tiduran berulang-ulang, Dan
jadikan HP sebagai
kenampakan langit, teko
akan muncul dari samping kiri ke kanan dan menghilang. Nah itu mirip
dengan gerak semu harian matahari.
3. Bagaimana supaya hal tersebut bisa ditampilkan di kelas
- Kamera yang
di pasang harus bisa live menampilkan kenampakan langit.
-. Kamera di hubungkan
ke laptop lalu hubungkan ke proyektor (LCD), sorotkan ke langit-
langit kelas. Maka
jadilah planetarium bekam. Bekam artinya
Globe berKamera.
-
Cara menggunakan dalam
pembelajaran seperti menggunakan globe biasa
-
Yang per diperhatikan dan
di ingat:
Kunci Inovasi
1. Menemukan baru
2. Menyempurnakan yang lama
3. Terapkan APIK tadi
menurut kondisi masing –masing
4. Minimalkan administrasi, lebih ke hal-hal aplikatif dalam
mengajar, ingat kita adalah guru, tugas
utama kita mengajar,
administrasi kebanyaka hanyalah formalitas jadi utamakan administrasi yang
penting-penting saja.
5.Pendaftaran inobel
adalah melalui seleski karya tulis, maka buat karya tulis secara APIK. Judul yang
menarik, segar/baru, berbeda dari yg lain dan tentu saja harus
lolos uji smiliarity maksimal 30% turnitine
6. Karya tulisnya yg paling bagus adalah karya pengembangan
(Research & design)
Kalau tidak bisa lebih baik bestpractise,
7.Tidak perlu banyak
fungsi tetapi berpengaruh dan mempunyai rentetan keberhasilan dalam
menyelesaikan masalah.
Kesimpulan
Dalam berinovasi jangan memikirkan masalah yang bersumber dari
luar seperti lingkungan sekolah, sarana dan prasarana, dll tetapi FOKUS pada
KOMPETENSI DIRI itulah yang akan memudahkan kita menemukan hal-hal atau ide
penting yang membantu keberhasilan pembelajaran. Sehingga tidak hanya inobel yang
kita dapat,.. OGN akan dapat, Gupres juga akan kita dapat. Jadi tingkatkan
kualitas diri untuk karya yang berkualitas. Terima kasih dan semoga bermanfaat
dan mohon maaf bila ada salah. .
Komentar
Posting Komentar