Kiat Menulis Artikel di Majalah PGRI


Belajar Menulis Gelombang 9
April 14 ,2020
Pertemuan  5                      : Selasa,14 April  2020
Waktu                                    : Pukul 19.00 – 21.00 WIB
Pemateri                             : Dr. Jejen Musfah, M.A
                                   Pimpinan Redaksi Majalah Suara Guru PB PGRI
                                  jejen@uinjkt.ac.id/jejen.lec.uinjkt.aclid

Email                                       majalah.suaraguru@gmail.com
Website                                 http://suaraguruonline.com/  

                 
Topik                                     : Menulis Artikel di Majalah PGRI
Peresume                            :Pajarwati,M.Pd. SMPN 16 Tangerang Kota   
Email/website                   :  (fajar0798@gmail.com/pajatwati.blogspot.com)
“MENULIS ARTIKEL di MAJALAH PGRI”  
Malam ini adalah pertemuan yang kelima dengan tema  Menulis Artikel di Majalah PGRI yang di sampaikan oleh Dr. Jejen Musfah, M.A dengan kata pembuka  tentang “Opini  inti gagasan atas kebijakan  atau fakta pendidikan yang terjadi”.  Opini itu sendiri artinya tidak akan kehilangan  topik.  Kebijakan dan fakta  pendidikan yang terjadi. Artinya Opini tidak akan kehilangan topic . Kebijakan dan fakta pendidikan selalu hadir, tetapi tidak semua berhasil menangkap  momentum untuk menanggapinya.
Guru adalah praktisi. Ketua PGRI sendiri telah memuat tulisannya baik secara online dan offline pada majalah suara  guru dan mencetak  sebanyak 5000 eksemplar  untuk dibagikan hamper ke 34 provinsi. Rubriknya beragam, Opini,  Resensi , Sastra, Destinasi dan lain-lain.  Bagi yang ingin mengirimkan artikel atau tulisannya dapat mengirim email pada alamat: majalah.suaraguru@gmail.com
Adapun syarat-syarat  agar dapat mengirimkan artikel atau tulisan ke redaksi majalah guru  adalah:
1.       Menyebutkan status dan foto.
2.       Tulisannya harus sesuai dengan rubrik  yaitu suara guru.
3.       Tulisan diutamakan tentang bidang pendidikan  dan isu-isu yang hangat.
Sampai saat ini majalah suara guru masih kekurangan naskah yang berkualitas, naskah cenderung diterima dengan editing redaktur  dikarenakan   minimnya naskah  yang masuk. Bagi penulis yang mengirimkan tulisannya pada majalah suara guru tidak ada honornya. Jika keuangan memadai kedepan honor akan dibayarkan.
 Demikian pemaparan materi  tentang  “Menulis Artikel di Majalah PGRI”  dari narasumber, dan dilanjutkan sesi yang sangat ditunggu-tunggu peserta yaitu sesi tanya jawab kepada narasumber.
T:   Assalamualaikum pak Jejen, Sebelumnya saya ucapkan terima kasih karena tulisan saya sudah
      dimuat secara online di website PGRI, yang ingin saya tanyakan:
1. Apakah boleh 1 orang mengirimkan beberapa artikel ke majalah PGRI?
2. Tema tulisan yang paling disukai untuk dimuat di majalah PGRI yang seperti apa pak?

J: 1. Boleh lebih.
    2. Tentang  pendidikan mutakhir

T:  Apakah untuk opini ada batasan dalam berpendapat dan untuk sastra bentuknya berupa karya sastra
      atau teori dari karya sastra?   Terima kasih
J: Tdk mengandung syara . Sastra bisa keduanya

T: Apakah dalam mengirim article syarat-syarat  yang harus dipenuhi dan berapa artikel dimuat di   
    majalah guru?
J: Opini maksimal 1000 kata.

T: Apakah naskah yg akan dikirim ditentukan jumlah halamannya atau berdasarkan apa?
J:  Bebas. Opini maksimal 1000 kata

T:  Adakah tatacara atau aturan khusus tentang tulisan (ukuran dan jenis huruf,  pengaturan halaman
     dll) agar tulisan bisa diterbitkan?.
J:  Bebas.

T:  Apakah kita mengirim artikel ke Suara guru PGRI  ada biayanya?
J:  tidak ada. Free

T: . Apakah artikel yang sudah dimuat baik secara online di website PGRI dan di majalah PGRI tidak boleh
     dikirimkan ke media cetak lain?
J:  tidak boleh.

T: Tulisan yg dikirim ke majalah guru apakah permasalahan guru saja. Untuk sastranya cerpen, puisi
    harus tema kependidikan ? Mohon penjelasan.
J:  Diutamakan pndidikan.

T: Tolong dr Jejen kisah kan perjalanan majalah PGRI.
J:  Lihat Web SG di http://suaraguruonline.com/

T: . Setelah naskah dikirim berapa lama baru akan  diterbitkan dan bagaiaman prosedurnya?
J: Kalo online dlm hitungan jam trbit, majalan 2 bulan sekali

T: Darimana kita bisa tahu kalau naskah kita sudah diterbitkan pak?
J: Liat web atau dikirim link nya oleh tim

T: Pak rubrik sastra memuat apa saja. Apa ada rubrik puisi atau cerpenting(cerita pendek tidak
    penting/cerita pendek humor?
J: Ya bisa ini

T: Kira kira dengan terbitnya majalah PGRI suara guru di seluruh Indonesia terwakili?
J: Tidak bu.. terlalu luas .. tapi kbijakan nasional ter cover. Maka pnting bapak ibu kirim kegiatan info 
    ke sg . Biar kita tahu kegiatan kita

T: Dr Jejen jujur saya belum pernah menulis artikel,, jadi saya ingin tau bagaimana artikel itu bisa di
    katakan bagus terima kasih
J: Baca opini-opini  di surat kabar nasional. Intinya gagasan orisinil. Bukan plagiat

T: Adakah jadwal entri terhadap jenis artikel yang akan dicetak di Majalah PGRI?
J: Selama ini kami cenderung kekurangan naskah

T:  Bagaimana persyaratan sebuah artikel agar dapat dinilai dalam Dupak Guru utk kenaikan pangkat ?
J: Ini benar guru cukup susah naik pangkat. Kalo opini masuk pengabdian. Tapi kalo artikel ilmiah
    masuk di jurnal Ilmiah. Kalo sudah masuk jurnal pasti dinilai. Tinggal level jurnalnya .. sinta 1 . 2. 3
    atau 4. Riset = KTI

T: Mohon maaf dr Jejen kalau boleh tolong berbagi pengalaman atau kiat kiat agar kita mau dan mampu
    membuat artikel?
J: Tuliskan jangan takut buruk. Baca-baca  opini di koran nasional atau  http://detik.com/
Penulis yg baik = pembaca yang baik

T: Apakah hasil penelitian pendidikan bisa dimuat di suara guru atau majalah PGRI?
J: Tidak, Tapi bisa ke jurnal pgri

T:  Jika kita akan mengirimkan opini atau yang lain, kemanakah kita bisa mengirimkannya? ataukah ada     
      kontaknya?
J: Majalah Suara Guru PB PGRI

Demikian resume mala mini Semoga bermanfaat
Tangerang, April 2020
Pajarwati,M.Pd
Guru Matematika  SMPN 16 Kota Tangerang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Parenting orang tua mengajar

"Tak semua orang tua dapat menjadi guru buat anaknya, dan tak semua guru lihai menjadi guru anaknya sendiri."

Karya Inovasi Dan Kwalitas Diri