Menulis Dan Menerbitkan Buku di Penerbit Andi Yogyakarta
Belajar Menulis Gelombang 9
April 22 ,2020
Pertemuan 8 : Rabu, 22
April 2020
Waktu : Pukul 19.00 – 21.00 WIB
Pemateri : Edi S. Mulyanta S.Si, M.T.
Manager Operasional PBU ANDI Jogjakarta 2008
– 2019
Moderator :
Bambang Purwanto (Om Bams)
Topik :
“Menulis Dan Menerbitkan Buku di
Penerbit Andi Yogyakarta”
Peresume :Pajarwati,M.Pd. SMPN 16 Tangerang Kota
Sekilas tentang riwayat perjalanan karier pemateri:
Staff LitBang Komputer PT. Wahana Semarang
1994-2000
Staff
EDP PT. Sanggar Film Semarang 1995-2001
Lab. Komputer STMIK Proactive Yogyakarta
2001-2002
Dosen Tamu Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta
2002
Staff
Net Business PT. Bayu Indra Grafika Yogyakarta 2002
Staff
Litbang Penerbitan ANDI Jogjakarta 2003-2004
Product Development Penerbitan ANDI Jogjakarta 2004-2006
Biro Penerbitan Buku Umum (PBU) Andi
Jogjakarta 2006-2007
Manager Operasional PBU ANDI Jogjakarta 2008
– 2019
Malam ini
kita mendapatkan materi baru dari bapak Edi S Mulyanta dari Penerbit
Andi Yogyakarta
Kegiatan
kuliah Online malam ini dipimpin oleh
Mr. Bams @Tanya langsung dari kota Parahiayangan Bandung.
Diawali
dengan menjelaskan bagaimana menerbitkan buku,
di saat penerbitan sedang benar- benar di uji ketahanannya, terutama pada kondisi
terkini di outlet penerbitan tutup karena pandemi yang luar biasa mengubah
haluan kami secara mendadak.
Darah
penerbitan adalah karya tulis dari penulisnya, dimana dari karya tulis tersebut
dapat diubah menjadi sebuah media buku yang dapat dinikmati pembacanya melalui
outlet-outlet pemasaran baik toko buku,
kampus, sekolah, dan pembaca secara langsung.
Setiap
penerbit telah dipercayakan ISBN dari perpustakaan nasional, sebagai penanda
setiap terbitannya, dan dinaungi di bawah IKAPI sebagai lembaga yang ditunjuk
pemerintah untuk mewadahi setiap penerbit di luar penerbit kampus.
Penerbit di
bawah IKAPI secara alamiah memilih jalur masing-masing sesuai passionnya dalam
menerbitkan buku.
Tips bagi
penulis antaranya:
1.
Sebagai penulis, sebaiknya memahami ciri khas
terbitan setiap penerbit. Tentunya bertujuan agar tulisannya sesuai dengan misi
penerbit tersebut. Walaupun ada penerbit yang dapat menerbitkan segala tema di
setiap terbitannya.
2.
Penulis, dapat mengirimkan usulan dan proposal
terlebih dahulu untuk menjajagi apakah jalur tulisannya sudah sesuai dengan
visi dan misi penerbitan belum. Hal ini untuk menghemat waktu dan biaya dalam
memersiapkan tulisannya.
Semua itu dikarenakan :
a.
Setiap penerbit, mempunyai SOP dalam memilah,
memilih tulisan untuk dijadikan komoditas industri, dengan tujuan utama
tentunya adalah terbitannya dapat terserap di pasar dengan cepat.
b.
Penerbit mempunyai peta pasar yang dia rekam
dari outlet-outlet nya, sehingga instink penerbitan yang telah lama bergelut di
bidangnya akan semakin terasah.
c.
Dari melihat judul, outline, dan siapa penulis,
terkadang penerbit dapat memproyeksikan pasar buku yang menjadi sasarannya.
d.
Penerbit lebih cenderung mencari tema yang
secara data pemasaran sudah ada, sehingga gambling dalam membiayai
penerbitannya memunyai risiko yang semakin kecil untuk tidak terserap di pasar.
e.
Kirimkan ke beberapa penerbit, apabila penulis
belum berpengalaman bekerjasama dengan penerbit.
f.
Penerbit akan menyeleksi tulisan, dengan
beberapa pertimbangan. Paling banyak porsi pemasaran sebagai pertimbangan
utamanya. Berikan sedikit penjelasan pasar sasaran, dengan data-data angka akan
lebih menarik.
g.
Sebagai contoh, saat ini buku yang sangat dicari
adalah buku tentang Covid-19. Cari secepatnya apa, bagaimana, virus tersebut.
Apakah buku yang kita tulis betul-betul mempunyai manfaat pada pembaca
h.
Penerbit lebih cenderung mencari tema yang
secara data pemasaran sudah ada, sehingga gambling dalam membiayai
penerbitannya memunyai risiko yang semakin kecil untuk tidak terserap di pasar
3. Kunci pertama bagi penulis adalah pemilihan
judul yang baik, pasar sasaran yang akan dituju, kemudian lakukan sedikit riset
pesaing, sehingga dapat dengan gamblang ditawarkan ke penerbit
4.
Tema yang
ditulis tersebut ternyata tema yang baru, perlu tambahan data riset kecil yang
tidak gampang untuk mempengaruhi penerbit.
5.
Kirimkan ke beberapa penerbit, apabila penulis
belum berpengalaman bekerjasama dengan penerbit.
6.
Pesaing buku apakah sudah ada apa belum. Penulis
perintis pertama biasanya dapat menikmati pasar awal yang cukup menarik.
Biasanya tulisan pertama memunyai kualitas yang belum baik, akan tetapi
mengejar momen yang cukup bagus.
7.
Penulis follower biasanya mempunyai penyajian
materi yang lebih baik akan tetapi
terkadang menikmati pasar sisa dari para penulis perintis.
8.
enulis perintis effort awal lebih banyak, dan
terkadang mempunyai risiko tidak laku juga besar. Penerbit akan sangat tergantung
dari tawaran awal dalam proposal dalam menentukan penerbitannya.
9.
Poposal buku akan semakin sempurnya, jika
penulis telah melakukan proses tulisan bukunya minimal 50% dari rencana
keseluruhan. Supaya proses penyelesaian tulisannya tidak terlalu lama. Penerbit
biasanya memberikan waktu yang beragam untuk menyelesaikan tulisan tersebut.
Banyak
penulis yang menebar proposal banyak, akan tetapi finishing tulisannya lambat.
Hal ini akan menghambat proses produksi bukunya, sehingga terkadang penerbit
akan memilih tulisan yang lebih dahulu selesai. Hal inilah diperlukan manajemen
waktu penyelesaian tulisan penulis, supaya dapat segera diproses di
penerbitannya.
Penerbit
lebih cenderung mencari tema yang secara data pemasaran sudah ada, sehingga
gambling dalam membiayai penerbitannya memunyai risiko yang semakin kecil untuk
tidak terserap di pasar
Kirimkan ke beberapa penerbit, apabila penulis belum berpengalaman
bekerjasama dengan penerbit.
Proses penerbitan cuku panjang waktunya, dari administrasi penerbitan awal,
editing, setting layout, desain c over, dan proses produksi. Tanpa ada antrian
proses penerbitan buku memakan waktu antara 2 minggu hingga 1 bulan paling
lama.
Yang membuat lama adalah proses antrian, baik dari sisi penulis maupun
beberapa bagian di penerbitan.
Pada proses administrasi penerbitan, yang perlu dipersiapkan adalah:
1.
Kelengkapan naskah, dari Judul-Sub Judul, Nama
Pengarang, Kata Pengantar, Prakata, Daftar Isi, Bab, hingga Sinopsis. Penulis
harus jeli melengkapi hal demikian, karena biasanya sebelum lengkap, proses
selanjutnya tidak akan dijalankan.
2.
Proses
editing, akan terbantukan dengan pengetahuan ejaan, pemilihan kata, kalimat,
paragraf hingga hirarki bab yang baik dari penulis.
3.
Kelemahan penulis biasanya tidak clear saat
menentukan hirarki bab, paragraf, kalimat, kata, dan pemilihan fontasi
4.
Editor akan membantu hal tersebut, akan tetapi
apabila penulis telah menata dengan baik, maka kerja editor akan lebih fokus ke
dalam bagaimana memilih efektifan kalimat, dan struktur bab yang baik.
5.
Setting layout juga mempunyai peranan yang
penting, karena menentukan ukuran buku, jumlah halaman, dan keindahan halaman
per halaman. Titik krusial ada di sini, karena dengan pengaturan halaman yang
baik, makan harga buku akan dapat efektif di tentukan.
6.
Harga buku yang menarik, akan cukum memengaruhi
pembeli dalam memutuskan akan menikmati buku tersebut atau meninggalkannya.
7.
Desain cover, juga memunyai peranan strategis
dalam sebuah buku. Apalagi tipikan pembeli buku di Indonesia adalah didasarkan
dari keindahan dan seberapa menarik cover buku.
8.
Tipikan pembaca buku di indonesia adalah, sight
seeing, sehingga cover sangat penting sekali dalam pemasaran buku. Setiap
penerbit mempunyai data juga bagai mana cover yang menarik, dan terbukti
mendongkrak pemasaran.
Pada Saat proofing,
penulis sebaiknya memberikan beberapa perbaikan ide untuk lebih memperkuat
pasar buku yang ditulisnya.
Kerjasama yang baik dari penulis, dan
pengetahuan data dari penerbit akan dapat menentukan keberhasilan tulisan untuk
terserap di pasar.
Akan tetapi dari pengalaman kami, tidak ada
buku Best Seller yang By Design
Artinya, banyak
buku Best Seller di Indonesia, terkadang karena karunia semata, Jadi jangan takut menawarkan tulisan anda ke
penerbit.... karena pada dasarnya penerbit juga trial and error dalam
menerbitkan buknya. Hanya pengalaman, dan intuisi terkadang membantu untuk
menghindari kerugian akibat terbitannya tidak laku di pasar.
Demikian sebagian kecil pengetahuan saya,
semoga dapat memberikan sedikit pengetahuan terhadap bapak dan ibu sekalian
dalam mencoba memasukkan tulisannya ke penerbit-penerbit di Indonesia
Kunci yang harus disiasati oleh penulis pemula,
dalam melakukan tambahan data riset kecil yang berguna untuk memengaruhi
penerbit agar mau menerbitkan buku
adalah melakukam Riset pasar yang pertama kali paling penting, siapa
sasarannya. Buku sekolah pasarnya sangat besar sekali, di banding buku masak.
Kemudian pesaing,
buku dengan pasar besar pesaingnya banyak, nah ini perlu strategi pemosisian
kedalaman materi. Apakah buku kita lengkap, atau hanya buku pengayaan. Perlu
diputuskan segera, supaya tidak terjadi tabrakan materi buku dengan pesaing.
Kondisi saat ini sangat berat sekali. Perlu di ketahui
bahwa hampir 90 % outlet penerbitan sekarang tutup. Kampus dan sekoah tutup
semua tidak ada aktifitas. Omzet kami betul-betul turun hingga ke titik nadir.
Kami harus berjuang hingga 3 bulan ke depan untuk menanti masa panen di tahun
ajaran baru.
Dalam 3 bulan ke
depan merupakan titik hidup mati penerbitan, karena jika tidak dapat
melewatinya, banyak sekali penerbit di bawah ikapi akan gulung tikar.
Sementara pasar On
Line di Indonesia belum tumbuh untuk pasar buku, sehingga kami haru menahan
lapar sejenak untuk 3 bulan ke depan semoga pandemi ini akan reda.
Dari hasil penelitian, biasanya tergantung sekali
dengan tujuan penelitian dan hasilnya. Pasar penelitian di Indonesia sangat
kecil sekali, sehingga terkadang pasar yang di sasar adalah pasar captive
market, atau pasar yang sudah memahami betul materi bahasan. Pasar ini disebut
niche market atau pasar ceruk.
Buku yang terbukti
masih laku di Toko Buku adalah :
Rangking pertama
adalah buku Anak, buku dongeng, cerita bergambar, komik. Kami sarankan buku
yang mempunyai value bagus untuk pendidikan karakter.
Kemudian buku,
keagamaan, motivasi, dan buku sekolah.
Prioritas pertama adalah peristiwa, hal ini kami tidak
sengaja menemukan tulisan tentang Virus, saat corona di Wuhan bulan Desember 19
dan Januari 20, ada penulis kami yang telah melakukan riset tersebut. Dan buku
kami yang best seller saat ini adalah buku Covid-19, walaupun tulisannya
kualitasnya belum begitu sempurna.
Buku Laskar Pelangi, adalah buku terlaris di Indonesia,
timing yang tepat saat itu adalah adanya Muktamar Muhammadiyah, dan buku itu
meledak luar biasa dari mulut ke mulut awalnya, word of mouth.. ingat
Muhammadiyah umatnya luarbiasa.. nah itulah target awal buku tersebut.
Banyak penulis yang menebar proposal , akan tetapi finishing
tulisannya lambat. Hal ini akan menghambat proses produksi bukunya, sehingga
terkadang penerbit akan memilih tulisan yang lebih dahulu selesai. Hal inilah
diperlukan manajemen waktu penyelesaian tulisan penulis, supaya dapat segera
diproses di penerbitannya.
Strateginya, saat menulis proposal, materi buku harus
sebaian besar telah tertuliskan baik dalam bentuk draft atau masih outline
detail. Sehingga waktu penyelesain dari usulan ke naskah lengkap tidak terlalu
lama, untuk mengejar momen. Usulkan beberapa bab yang telah di tulis sebagai
tambahan informasi ke penerbit, sehingga penerbit akan tahu gaya tulis penulis
tersebut.
Penerbit buku pendidikan baik dari pendidikan dasar menengah
hingga perguruan tinggi. Di samping itu
kami juga menerbitkan buku umum, non politik dan non agama
Buku yang diterima
adalah buku yang punya life cycle atau daur hidup yang panjang, karena akan
menguntungkan di jangka yang amat panjang. Buku trnding topic, biasanya berumur
pendek dan jarang sekali terjadi cetak ulang atau repeat order dari toko buku,
sehingga cepat beralalu momennya. Buku kami yang abadi adalah buku referensi
untuk perguruan tinggi, ada yang berumur 30 th masih bagus pasarnya.
Demikianlah Resume malam ini Semoga bermanfaat.
Tangerang 22 April 2020
Pajarwati,M,Pd
Guru Matematika SMPN 16 Tangerang Kota
Komentar
Posting Komentar