Meluruskan Niat Menerbitkan Buku

 Belajar Menulis Gelombang 9
April 11 ,2020
MELURUSKAN NIAT MENERBITKAN BUKU
Pertemuan 2 : Sabtu, 11 April  2020
Waktu : Pukul 19.00 – 21.00 WIB
Pemateri : Wijaya Kusuma
Topik  : Meluruskan Niat Menerbitkan Buku
Peresume :Pajarwati,M.Pd                       
Email     : fajar0798@gmail.com/   pajatwati.blogspot.com


"Ya Allah..
Berilah pencerahan dan  
Bimbinglah tangan hamba 
untuk menuliskan karya berupa buku  
agar bermanfaat bagi orang lain"

"Meluruskan Niat Menerbitkan Buku"


Pada malam ini kita mempelajari “Meluruskan Niat Menerbitkan Buku” bersama bapak Wijaya Kusuma yang  akrab disapa Om Jay, beliau seoarang Blogger “Belajar Menulis Bersama Om Jay”  di WAG PGRI. Pada kesempatan ini beliau berpesan, agar kita  meluruskan niat kita mulai menulis dari sekarang dan menerbitkan sebuah karya berupa buku.  Memulailah untuk menulis dan menerbitkan buku serta rasakan   apa yang terjadi. Semua peserta wajib menyelesaikan bukunya di akhir pertemuan kuliah online dan sudah mulai fokus untuk mencicil sedikit demi sedikit. Adapun buku yang akan diterbikan ada 2, pertama buku hasil resume kuliah online dari narasumber dan yang kedua buku bebas dari apa yang kita sukai dan kuasai.

Berikut tips dalam belajar menulis menurut beliau:

1.   Ikatlah ilmu dengan cara menuliskannya dan memposting di blog agar banyak orang yang
     membaca karya tulis kita di internet.

2.  Materi yang diberikan oleh para narasumber akan bagus sekali dan bermanfaat bila dibagikan
     kepada guru-  guru yang belum sempat mengikuti program belajar menulis gratis dari PGRI.
3    Biasakan berbagi ilmu dan pengalaman dalam bentuk tulisan.
4.   Sebaik baik manusia adalah yang mau belajar dan mengajarkannya.

Dalam menulis  yang memerlukan daftar pustaka, kita bisa mengambil buku-buku dari para nara sumber dan juga tulisan kawan - kawan peserta yang bagus dan keren pada blog mereka. Itulah salah satu manfaat kita perlu untuk saling berkunjung dan berkomentar ke blog peserta lainnya. Penting untuk melakukan Blog walking  agar kita menemukan gaya menulis diri sendiri. Sebab setiap orang mempunyai gaya menulis yang berbeda beda. Untuk menumbuhkan kreatifitas sebagai guru, maka harus terus belajar dari orang-orang yang banyak memberikan  inspirasi, banyak membaca, menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.

Dalam menulis, kita harus mampu mengembangkan kreativitas dan imajinasi. Usahakan agar jangan mengcopy paste pada  tulisan orang lain. Sehingga apapun yang kita tuliskan menghasilkan informasi baru bagi pembaca. Membuat pada setiap pertemuan kuliah online kita menjadi bermakna dan membuat kita menemukan ide – ide baru  dalam menulis. Seorang penulis boleh menulis apa yang disukai dan kuasai, tidak harus spesifik. Untuk menulis buku materi pembelajaran, dapat diambil dari beberapa sumber materi dan cobalah untuk meramu semua bahan bacaan agar  menjadi tulisan yang lebih bermutu dan memberi pencerahan bagi  pembacanya.

Jika kita ingin menerbitkan buku, maka  draft naskahnya harus sudah jadi, lengkap dengan daftar isi dan kata pengantar. Kita harus mampu meyakinkan penerbit bahwa buku yang ditulis akan banyak diminati dan dibeli orang. Apabila  lolos penerbit mayor ada editor dan ilustrator yang membuat buku kita semakin keren dan enak untuk dibaca, sehingga isi buku lebih menarik dan ada peluang agar laku maka penerbit akan menghubungi kita. Rata-rata yang diberikan adalah 3 bulan . Jadi tidak bisa cepat. kecuali akan diterbitkan dengan biaya sendiri di penerbit indie.

Berbagai momentum yang terjadi dan akan kita alami di keseharian  kita, sayang jika tidak diabadikan dalam tulisan maka akan hilang begitu saja. Karena tulisan itu akan menjadi penanda sejarah bahwa kita pernah melakukan sesuatu. Demikian rangkuman materi dari Om Jay hari ini, semoga bermanfaat bagi kita semua, dan bagi yang sudah berniat mewujudkan menghasilkan karya berupa buku yang ‘nikmat’ untuk dibaca.

Pengalaman menulis Om Jay dimulai sejak kuliah S1 dengan mengikuti salah satu komunitas menulis tentang narasi lokal di http://akumasa.org/id/author/imam-fitri-rahmadi. Untuk mengusir rasa jenuh dalam menulis, Om Jay menyarankan untuk menutup laptop sejenak dan jalan-jalan keluar. Baru memulai menulis  kembali dengan pikiran yang fresh. Om Jay pernah mengalami tulisannya tidak dihargai oleh orang lain bahkan beliau sendiri tidak menghargai tulisannya sendiri. Menulis merupakan sebuah proses yang lambat laun kita akan menyukai tulisan sendiri. Selama proses tersebut “bodo amat” saja dengan semua kata orang. Teruslah menulis dan buktikan apa yang terjadi. Dan yang jauh lebih penting, temukan motivasi internal yang kuat dalam diri kenapa harus menulis? Tidak perlu mempedulikan apa kata orang. Apabila kita sudah suka dengan tulisan kita sendiri, maka itu sudah lebih dari cukup ketimbang mengambil hati pendapat orang lain. Mantera ajaib untuk ini adalah “Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi”. Seorang guru bisa menulis karena ia rajin membaca dan berlatih menulis setiap hari dari apa yang disukai dan dikuasainya.

Demikianlah resume pertemuan kedua bersama Om Jay, semoga bermanfaat.



Tangerang  April 2020
Peresume    
Pajarwati            
Add caption
               
Guru Matematika SMPB 16 Tangerang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kiat Menulis Artikel di Majalah PGRI

"Tak semua orang tua dapat menjadi guru buat anaknya, dan tak semua guru lihai menjadi guru anaknya sendiri."